Setelah beberapa waktu tanpa rilisan baru, REPTON akhirnya menandai kebangkitannya kembali di kancah musik ekstrem dengan melepas sebuah single terbaru bertajuk “Marsinah”. Lagu ini resmi dirilis di bawah bendera UNDERRATED RECORDS, sekaligus menjadi penanda awal menuju proyek split album yang akan mempertemukan REPTON dengan PSYCORPSE (Bandung D-Beat Slammer), sebuah kolaborasi lintas ekstrem yang menjanjikan ledakan sonik tanpa kompromi.
“Marsinah” bukan sekadar satu lagu brutal death metal pada umumnya. Di balik dentuman blast beat, riff gitar yang menghantam, serta komposisi agresif khas REPTON, single ini hadir sebagai pernyataan sikap. Nama Marsinah diangkat sebagai simbol perlawanan, merujuk pada aktivis buruh perempuan yang menjadi korban kekerasan struktural di era Orde Baru. Sebuah tragedi sejarah yang hingga kini masih membekas sebagai luka kolektif bagi kelas pekerja di Indonesia.
Secara musikal, REPTON tidak bermain aman. Mereka memadukan riff gitar brutal, vokal ekstrem yang membakar, serta elemen DJ dan rap yang disuntikkan secara liar. Pendekatan ini memperluas spektrum brutal death metal mereka, menjadikan “Marsinah” terasa lebih konfrontatif, modern, dan relevan dengan realitas sosial hari ini. Amarah, empati, dan kemarahan kolektif dilebur menjadi satu komposisi yang menghantam tanpa ampun.
Single ini diproduseri langsung oleh Afriansyah, yang juga memastikan karakter agresif REPTON tetap terjaga, sekaligus membuka ruang eksplorasi baru. Lagu ini turut menampilkan guest rap dari Teguh Maulana serta DJ oleh Dai, mempertegas nuansa lintas genre yang memperkaya intensitas lagu tanpa mengurangi kebrutalan dasarnya.
“Marsinah” direncanakan akan dirilis dalam format CD fisik, serta tersedia di berbagai platform digital streaming, menjadikannya mudah diakses oleh pendengar lama maupun generasi baru penikmat musik ekstrem. Tidak berhenti di situ, REPTON juga telah menyiapkan pesta perilisan single “Marsinah” yang akan digelar pada 25 Januari 2026, sebuah momentum penting untuk merayakan kembalinya mereka ke panggung dengan energi penuh.
Melalui “Marsinah”, REPTON menegaskan bahwa musik ekstrem masih bisa dan harus berbicara lebih dari sekadar kebrutalan. Ini adalah pengingat bahwa di balik distorsi dan teriakan, ada pesan, sejarah, dan perlawanan yang terus hidup.
“We Are Ready To Slam You.”





