• MARIONTOPSY

    MARIONTOPSY Akan Segera merilis Album Perdana Mereka bersama Label Asal Spanyol

  • VORTEX OF HATRED

    Band metal asal Jogja ini telah merilis Album Perdana Bertajuk "GALAT"

  • DEATH VOMIT

    Death Vomit Siapkan Album Baru, Rilis Januari Tahun Depan via Brutal Mind

  • WAKE UP KIDS!

    "Titik Temu", Single Pemanasan Untuk WAKE UP KIDS!

  • HORUSH

    Bersama dengan label asal Bandung, yakni Horrible Creation, unit death metal asal kota Jogja, HORUSH merilis album perdana mereka yang bertajuk Armageddon

Minggu, 30 November 2025

"Koloni Dogmatis", Jadi Single terbaru Unit Death Metal Asal Jember, "FRAG OUT"



 


Fragout Unit death metal asal jember Jawa Timur, merilis single berjudul " koloni dogmatis ".


Band ini terbentuk dari 2020 beranggotakan Rendi Gitar, Abi Bass, Fahmi Drum, Robby Vocal , single " koloni dogmatis " Bercerita tentang bentuk kritik terhadap aparat yang mudah dikendalikan oleh penguasa, dan bertindak seenaknya dengan warga sipil dan tidak sedikit menimbulkan konflik disana.

Harapan kami fragout adalah " Semoga dengan adanya single ini kita bisa memberi warna baru dan meramaikan dengan musik kita di dunia death metal Indonesia terutama di kota kita sendiri yaitu jember. Dan ini adalah bentuk awal dari kami karena masih ada beberapa lagu yang belum kami rilis dan Semoga akan dirilis di tahun 2026 mendatang "

Proses lagu digarap oleh Gangsar_Recording dan mixing mastering digarap langsung oleh Jandiek Firmanda dari Gangsar_Recording





Jumat, 25 Juli 2025

SEMBELIH Rilis EP Perdana, "Night Ov Unholly Rites"


 Sembelih, unit black metal independen asal Yogyakarta, kembali mengguncang skena underground dengan merilis EP terbaru mereka yang berjudul Night Ov Unholy Rites. Rilisan ini tersedia di sejumlah platform streaming digital, menandai salah satu keluaran paling gelap dari band tersebut di tahun 2025.

Dengan total lima lagu di dalamnya, Night Ov Unholy Rites menunjukkan perkembangan yang konsisten dari karya-karya sebelumnya, memperluas jaringan tema dan intensitas musik hitam yang menjadi ciri khas black metal mereka.

Sebagai proyek independen, Sembelih tetap membawa jiwa underground yang autentik, dengan vokal yang keras, riff gitar yang menggurat nuansa gelap, serta tempo yang menekan telinga pendengar ke dalam suasana ritualistik dan menyeramkan. EP ini dirangkai untuk memberikan pengalaman audio yang mencekam, cocok bagi penggemar black metal yang mencari atmosfer yang lebih ekstrim dan ritualistik.

Rilisan Night Ov Unholy Rites bukan hanya sekedar EP biasa , keberadaannya turut memperlihatkan betapa scene metal bawah tanah di Yogyakarta tetap produktif dan relevan, meskipun tanpa dukungan label besar. Di tengah regenerasi band-band ekstrem lokal, Sembelih berdiri sebagai representasi dari semangat DIY (do-it-yourself) yang kuat di skena lokal ini. 

Bagi para pendengar yang ingin mengeksplor suara gelap dari kota Gudeg, EP ini merupakan pintu masuk yang tepat untuk memahami kedalaman dan variasi black metal kontemporer di Indonesia.




Jumat, 18 Juli 2025

“Galat”, Jejak Perdana Vortex of Hatred dalam Lanskap Metal Indonesia

 



Setelah melalui fase pencarian identitas dan pergulatan formasi, Vortex of Hatred akhirnya menorehkan tonggak penting dalam perjalanan mereka. Kemarin, band metal asal Yogyakarta ini resmi merilis album penuh perdana bertajuk Galat, sebuah karya yang menjadi penanda lahirnya babak baru yang lebih gelap, matang, dan tanpa kompromi.

Galat hadir sebagai refleksi atas kekacauan sosial, konflik batin, dan kesalahan-kesalahan manusia yang berulang dalam pusaran sistem dan kekuasaan. Judulnya sendiri, Galat merepresentasikan sesuatu yang keliru namun terus diwariskan, dipelihara, bahkan dinormalisasi.

Bagi Vortex of Hatred, perilisan ini juga menandai transformasi musikal yang signifikan. Jika sebelumnya mereka dikenal dengan pendekatan metalcore, di album ini mereka melangkah lebih jauh ke wilayah death metal yang lebih brutal, teknis, dan atmosferik, dengan sentuhan progresif dan nuansa gelap yang kental.

Riff-riff berat disusun berlapis, groove dipertajam, dan tempo agresif dipadukan dengan bagian-bagian ambient yang menciptakan ketegangan emosional. Vokal terdengar lebih buas dan penuh amarah, namun tetap terkontrol, seolah menjadi narator dari kekacauan yang sedang diceritakan.

Galat memuat sembilan komposisi yang saling terhubung secara konseptual. Lagu-lagu seperti “Parade Banal”, “Mencekik Doksa”, dan “Pusaran Kebencian” menjadi tulang punggung album,menyuguhkan kritik sosial dengan bahasa simbolik dan diksi yang tajam. Tidak ada upaya untuk terdengar ramah; album ini memang diciptakan untuk mengguncang dan mengganggu kenyamanan.

Alih-alih mengejar kompleksitas berlebihan, Vortex of Hatred memilih pendekatan yang terstruktur namun tetap liar, membuat Galat terasa solid sebagai satu kesatuan utuh, bukan sekadar deretan track terpisah.

Momen perilisan album ini dirayakan secara intim namun intens di Yogyakarta. Panggung diperlakukan layaknya ruang ritual: pencahayaan minim, atmosfer berat, dan penonton yang larut dalam energi mentah yang dilepaskan. Tanpa banyak basa-basi, Vortex of Hatred membiarkan musik berbicara,keras, brutal, dan jujur.

Respons yang muncul menunjukkan bahwa Galat diterima sebagai karya serius, bukan hanya debut biasa. Banyak yang melihat album ini sebagai langkah berani yang memperkuat posisi Vortex of Hatred di peta metal underground Indonesia.

Sebagai album perdana, Galat bukan penutup perjalanan, justru sebaliknya. Ia menjadi fondasi bagi eksplorasi yang lebih jauh dan lebih ekstrem di masa depan. Dengan identitas yang kini terasa lebih solid dan visi yang jelas, Vortex of Hatred menunjukkan bahwa mereka datang bukan untuk sekadar mengisi ruang, tetapi untuk mengoyak dan meninggalkan bekas.



Senin, 23 Desember 2024

HORUSH Melepas “Armageddon”, Album Debut Penuh Amarah dari Jogja

 





HORUSH
, band death metal asal Yogyakarta, Indonesia, resmi merilis album penuh debut mereka yang bertajuk “Armageddon” pada pertengahan Desember 2024 , dan kini musiknya masih menggema di kalangan penggemar metal tanah air serta komunitas underground. 


Band yang digawangi oleh Prass Aprek (Gitar & Vokal), Alfian Kurnia Ramadhan (Gitar), Burhannudin (Bass & backing vokal) dan Yana Samudra (Drum) ini telah aktif berkarya sejak 2019 setelah sebelumnya dikenal dengan nama Treatment (2010–2019). Genre mereka jelas berada pada death metal ekstrem, dengan ritme cepat, riff tajam, dan vokal growl yang intens.

Armageddon” menandai tonggak penting dalam perjalanan HORUSH sebagai album penuh perdana, merangkum energi, agresi, dan karakter khas musik mereka, death metal yang gelap. Dirilis pada 15 November 2024 (digital) dan mencapai distribusi yang lebih luas sepanjang Desember, album ini sekaligus menjadi perayaan bagi fans setelah bertahun-tahun menanti rilisan besar dari band ini.

Album ini tersedia dalam format streaming dan unduhan berkualitas tinggi melalui platform seperti Bandcamp, Apple Music, dan Amazon Music.

“Armageddon” hadir dengan 10 trek penuh energi yang membawa pendengar melalui tema-tema pertempuran, keputusasaan, dan konflik batin — semuanya dibalut atmosfer ekstrim dan riff yang menghantamThe Dawn of War (Intro)

  1. Armageddon

  2. Sajak Terbata

  3. Healing Maker

  4. Surga Ilusi

  5. G.O.D

  6. 7

  7. Monotheism

  8. Perserikatan Lobi Hexagon

  9. End of Salvation

Album ini sendiri merupakan hasil kerja kolaboratif sejumlah pihak penting di scene metal.

Pendekatan produksi ini menunjukkan dedikasi band untuk mempertahankan nuansa mentah dan organik, tetap setia pada akar underground namun juga cukup profesional untuk menggaet pendengar lebih luas.

Sejak dirilisnya “Armageddon”, album ini semakin memperkuat posisi HORUSH di kancah metal Indonesia dan khususnya Yogyakarta ,sebuah kota yang dikenal pula melahirkan berbagai band metal underground lainnya. Fans memuji intensitas komposisi dan kualitas produksi yang solid, sementara komunitas scene lokal menilai perilisan ini sebagai langkah berani horush untuk bersaing di ranah death metal yang penuh persaingan.

Album “Armageddon” bukan hanya menjadi debut penuh bagi HORUSH, tapi juga merupakan pernyataan artistik yang kuat dari sebuah band death metal Jogja yang matang secara musikal dan berani mengambil langkah besar dalam dunia musik cadas Indonesia. Dengan komposisi yang agresif, produksi solid, dan distribusi yang memadai, HORUSH kini siap untuk melangkah lebih jauh di scene nasional bahkan internasional.








Jumat, 31 Mei 2024

DISSECTED lepas "Carnage Resurgance" sebagai EP perdana mereka



DISSECTED, merupakan band asal Jogja yang mengusung genre slamming death metal, dan terbentuk di tahun 2011. Di tahun 2024 ini DISSECTED merilis E.P pertama mereka yang bertajuk "Carnage Resurgance" , yang berisikan 4 lagu baru mereka dan 2 lagu yang pernalh dirilis di demo 2012. Dan masih di tahun ini pula, dikabarkan mereka tengah fokus untuk menggarap album terbaru.

  Dengan formasi awal Bono ( Rottenpig, Leftyfish, Droshophila) pada drum, Yoyok (Kasedan) pada bass, dan Windu sebagai vokal. Seiring setahun berjalan, pada tahun 2012, Danang Saputra masuk menggantikan Evendi, dan Galih Widhi masuk mengisi posisi bassis, sedangkan drummer diisi oleh Hafid. Dalam formasi ini mereka berhasil merilis demo yang mendapatkan respon cukup baik dari para metalhead, hingga mendapat kesempatan untuk melibas berbagai event di tanah air. Kabar buruk terjadi di tahun 205 dimana drummer mereka, yakni Hafid mengalami kecelakaan sehingga memaksa band harus vakum cukup lama.

Tahun lalu, Danang mencoba merakit kembali DISSECTED yang menyisakan dirinya, Windu dan Galih. Dua mekanik baru yakni Fajar Hanafi (gitar) dan David (drum) masuk dan memberikan kesegaran dan nuansa baru bagi mereka.
Dengan formasi terbaru ini lahir EP "Carnage Resurgance" yang telah dirilis tahun ini. Beberapa lagu yang mereka jadikan andalan dalam EP ini adalah Carnage, Rape, dan Underestimated.

Dengan influence yang bengis, lintas skena dan intens tanpa kehilangan nafas beatdown khas slamming, di tahun 2024 ini DISSECTED sedang meracik  materi baru yang beberapa diantaranya akan sudah bisa kalian dengarkan di gigs-gigs yang akan mereka jalani kedepan. teaser dan informasi terbaru dari mereka akan dirilis dan diupdate melalui akun official mereka. 

EP mereka "Carnage Resurgance" juga sudah bisa kalian dengarkan di DSP kesayangan kalian. 







Selasa, 28 Mei 2024

"Armageddon", bakal jadi titik baru di perjalanan HORUSH

 


Salah satu unit death metal asal kota Jogja, HORUSH, bakal merilis album perdana mereka di bulan Juni. Horrible Creation, salah satu label Indo asal kota Bandung menjadi tempat bernaung mereka untuk menelurkan album pertama mereka yang diberi judul "Armageddon".

Horush sendiri sebelumnya bernama Treatment dengan mengusung genre slamming death metal di awal berdirinya, yang kemudian berubah menjadi death metal seiring perjalanan mereka bermusik. Nama Horush sendiri mulai dirubah di tahun 2019 dimana terjadi pergantian formasi pada player Horush dengan keluarnya salah satu gitaris mereka, yakni Silol.

Di album "Armageddon" yang akan segera rilis, Horush banyak terinfluence dari band seperti Hour of Penance, Obscura, dan Necrophagist. Mereka juga akan menggelar tour di beberapa titik kota di Tahun ini.

Formasi Horush saat ini adalah :
- Aprek (Gitar x Lead Vocal)
- Yana Samudra (Drum)
- Burhanudin (Bass x Back Vocal)
- Alfian (Gitar)

Official Social Media HORUSH :
Facebook



FOREST GET NOISE Chapter IV : The Most Exciting Camp festival Of The Year

 


Forest Get Noise Chaper IV bakal digelar tahun ini pada 21-22 September 2021 di Puncak Bogor. 

Gelaran persembahan dari teman-teman Bogor Brutal Fest ini bakal menghadirkan 18 band lokal dan 2 band asal internasional, yakni :
Jasad, Bunuh Diri (Malaysia), Gyakuki (Jepang), Penicious Hate, Discrift, Eden Adversary, Psychopagia, Horush, Megalithikum, Mariontopsy, Manttra, Germinativum, Dimethyl Mercury, Amorphous, Expired Torture, Segumpal Darah, dan Mahasura.

Untuk Booking dan reservasi tiket, kalian bisa menghubungi :
083819021118 (Putri)
081292601147 (Marlina)