• MARIONTOPSY

    MARIONTOPSY Akan Segera merilis Album Perdana Mereka bersama Label Asal Spanyol

  • VORTEX OF HATRED

    Band metal asal Jogja ini telah merilis Album Perdana Bertajuk "GALAT"

  • DEATH VOMIT

    Death Vomit Siapkan Album Baru, Rilis Januari Tahun Depan via Brutal Mind

  • WAKE UP KIDS!

    "Titik Temu", Single Pemanasan Untuk WAKE UP KIDS!

  • HORUSH

    Bersama dengan label asal Bandung, yakni Horrible Creation, unit death metal asal kota Jogja, HORUSH merilis album perdana mereka yang bertajuk Armageddon

Jumat, 29 Mei 2026

Angel Of Death "PESTA BUNUH DIRI" : Manifesto Satir Melawan Penyeragaman Global



Unit melal eksplosif Angel Of Death kembali menggebrak melalui rilisan terbaru mereka yang berjudul "PESTA BUNUH DIRI". Mereka memberi ciri lain melalui eksploarasi musikalitas yang mereka ramu. Bukan sekedar audio yang bisa kalian nikmati, single ini merupakan sebuah tamparan keras terhadap kondisi sosiopolitik global dan hilangnya kedaulatan berpikir manusia modern. "PESTA BUNUH DIRI" tidak berbicara mengenai kematian fisik. Lagu ini adalah metafora satir mengenai "Bunuh Diri Eksistensial”. Sebuah kondisi di mana manusia secara sukarela membunuh nalar, spiritualitas dan keunikan individu demi melebur ke dalam cetakan masyarakat yang seragam.

Angel of Death membedah realitas pahit ini melalui Arsitektur Budaya, dipaksa berdansa mengikuti irama elit global yang menjauhkan kita dari realitas hakiki melalui standar kebahagiaan yang semu.

Kontrol melalui Polarisasi, Menggambarkan kehancuran kolektif di media sosial.  Sibuk saling serang demi membela ideologi yang sebenarnya dikendalikan dari satu sumber yang sama.

Digital Panopticon, Algoritma telah menjadi jeruji besi digital. Dalam "pesta" ini,  data pribadi kita adalah sajian utamanya dan setiap interaksi digital adalah langkah menuju penghambaan total.

Kematian Individu, Perayaan massal atas hilangnya jati diri akibat kontrol sistemis yang tak terlihat namun terasa nyata.

    "Lagu ini adalah pengingat bahwa jika kita tidak segera bangun dan mengambil alih kemudi pikiran kita sendiri,  kita hanyalah tamu yang diundang dalam sebuah perayaan yang bertujuan untuk melenyapkan kemanusiaan kita,". 

"PESTA BUNUH DIRI" telah rilis di berbagai platform streaming  Bersamaan dengan di gelarnya perayaan  PESTA BUNUH DIRI dalam gelaran live show “Ruang Berisik Chapter 8" yg di selenggarakan di pride palace coffee sukabumi. “PESTA BUNUH DIRI" menjadi babak baru yang lebih siap Menuju peluncuran album terbaru yg telah mereka siapkan dalam waktu dekat.

Angel Of Death (AOD) sendiri adalah band asal Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia yang terbentuk pada tahun 1999.  Band ini dikenal sebagai salah satu pelopor dan Penggerak skena musik metal underground di Sukabumi  yang masih aktif hingga saat ini. 

Terpengaruhi oleh band-band death metal, Black Metal, Simphonic dan Progressive metal.

Lineup saat ini : Faizal (vocal) Okky (guitar) Wig (Bass) Adji (Drum).

Walking out from 05:14 adalah Album perdana yg di luncurkan pada tahun 2015, Album ini merupakan rangkuman perjalanan karya angel of death sepanjang tahun 2005-2014. 

Album “Tribute to Big Four” tahun 2017 dan “Hail Reburn” album split  tahun 2024 bersama band asal spain yg hanya tersedia dalam format fisik dirilis melalui metal militia 99 prod.

Deretan single yg tersedia dalam format digital diantaranya Dimensi Logika,Menentang Surga, Simfoni Pesakitan, Melawan Suci & Sabda semesta. Menjadi Track List Andalan untuk memperkenalkan transformasi Angel Of Death saat ini.



Selasa, 26 Mei 2026

RADANG KELAMIN Rilis Single Terbaru “SupremacyKontol” , Bicara Soal Ego dan Hasrat Seksual

 


"Supremacy Kontol" menjadi judul single terbaru dari Radang Kelamin yang dirilis pada 23 April 2026 yang lalu, Melalui lagu ini, Radang Kelamin kembali menabrak batas norma dengan mengangkat sudur pandang yang jarang disuarakan yaitu perspektif perempuan dalam relasi intim yang kerap dianggap tabu untuk dibiscarakan secara terbuka. 


Single ini menggali kegelisahan tentang pemenuhan kepuasan batin dalam hubungan, sebuah isu yang tidak hanya relevan bagi pria, tetapi juga bagi perempuan yang seringkali tidak mendapatkan ruang untuk menyuarakan kebutuhan tersebut. Radang kelamin menyajikan realita yang terjadi dibalik dinamika hubungan personal, di mana ketimpangan pemahaman dan ego kerap menjadi akar persoalan.

Lebih jauh, lagu ini juga menyentil kesadaran pria dalam mengelola hasrat dan memahami pasangan secara lebih utuh bukan sekedar memenuhi dorongan hasrat, tetapi membangun koneksi yang setara. Narasi yang diangkat terasa dekat dengan realitas, brutal, dan jujur, mencerminkan pengalaman yang dialami banyak individu namun jarang diungkapkan.

Makna dari lagu "Supremacy Kontol" sendiri merepresenrtasikan dua perspektif yang saling berseberangan dalam hubungan berpasangan, khususnya terkait kebutuhan seksual. Di satu sisi, lagu ini membuka tabir tentang ketidakpuasan perempuan terhadap kebutuhan biologis yang tidak terpenuhi. Di sisi lain, sosok pria dalam narasi justru terjebak dalam ego merasa mampu memuaskan, namun pada kenyataanya hanya berada dalam ilusi.

Secara lebih luas, Radang Kelamin menyoroti fenomena umum yang kerap terjadi, pria yang merasa superior dalam hubungan, bahkan tertarik untuk "menaklukan" perempuan lain, padahal pasangan yang dimiliki sendiri tidak pernah benar-benar merasakan kepuasan secara seksual. Realita ini diperparah oleh kecenderungan perempuan yang memilih diam, menjadikan isu ini terus berulang tanpa pernah benar benar disadari.

Lagu ini sekaligus menjadi kritik keras terhadap ego maskulinitas yang timpang dimana sikap genit dan kepercayaan diri yang berlebihan tidak sejalan dengan kemampuan memahami dan memenuhi kebutuhan pasangan secara utuh.

"Jangan pernah menggoda wanita lain, genit dengan wanita lain, sedangkan pasangannya aja ga pernah dipuasin. Do ngaca seperti apa loe, sebelum ngerasa mampu menyenangkan wanita lain. Titit kecil. durasi bentar gausah gaya!" ungkap Dzaoent, vokalis sekaligus penulis lirik Radang Kelamin dalam single  "Supremacy Kontol".

Dibalut dengan karakter musikal khas Radang Kelamin, keras, agresif, dan tanpa kompromi, "Supremasy Kontol" menjadi pernyataan lantang yang tidak hanya provokatif secara judul, tetapi juga tajam secara pesan, ini bukan sekedar lagu, melainkan bentuk kritik sosial yang dikemas dalam energi ekstrem yang juga tajam secara pesan. Ini bukan sekedar lagu, melainkan bentuk kritik sosial yang dikemas dalam energi ekstrem yang sudah melekat kuat di identitas mereka.

"Untuk single secara umum, sound-nya enggak abanyak perubahan, tetap mempertahankan sound karakter RK (Radang Kelamin), tapi secara umum single kali ini dirasa lebih matang dalam pengemasannya", jelas Anggi Pratiwi, gitaris Radang Kelamin




Band Death trash Gamelan Asal Jogja, "UNTU" Rilis Single Baru - “Batara Kala”


Untu merupakan band experimental death trah asal Yogyakarta, Indoensia, yang memadukan extreme metal old-school dengan instrument gamelan jawa. Menggali mitologi Indonesia dan filosofi eksistensial, Untu mengeksplorasi tema takdi, ritual dan kesia-siaan. Band ini sendiri awalnya dibentuk di Los Angeles pada 2015 sebagai ansambel besar oleh komposer Sean hardway.
Pada 6 Juni 2026 mendatang, Untuk akan merilis single baru mereka "Batara Kala", disertai video klip. Lagu ini adalah yang pertama dari EP yang akan mereka rilis kemudian , "Yet, I Smile", yang dijadwalkan rilis pada Desember 2026. "Batara Kala mengeksplorasi konsep ruwatan, sebuah ritual untuk memohon perlindungan dari dewa yang namanya menjadi judul lagu ini. Kita bisa memohon, kita bisa berdoa, namun pada akhirnya, waktu melahap kita semua. Kami ingin lagu ini terasa tak terelakkan." Dalam mitologi Jawa, Dewa Batara Kala adalah perwujudan waktu itu sendiri, melahap segala sesuatu, yang tak dapat dihentikan oleh persembahan apapun. Lagu ini memadukan death trash old-school dalam tradisi Sepultura awal, Demolition Hammer, dan Carcass era Heartwork dengan gamelan Jawa yang dijalin ke dalamm riff, dan bukan hanya sekedar dijadikan ornamen. Hasilnya adalah sesuatu yang terasa kuno sekaligus brutal.
Video klip yang menyertai lagu ini menggabungkan footage penampilan band dengan visual wayang kulit dan rekaman timelapse pembusukan alami, yang semuanya diambil di Yogyakarta.


Kredit: Direkam di Watchtower Records dan Nowhere Found Studio Mixing oleh Sean Hayward Mastering oleh Wisnu Ikhsantama W.
Cover Art oleh Yanal Desmon Zendato