• MARIONTOPSY

    MARIONTOPSY Akan Segera merilis Album Perdana Mereka bersama Label Asal Spanyol

  • VORTEX OF HATRED

    Band metal asal Jogja ini telah merilis Album Perdana Bertajuk "GALAT"

  • DEATH VOMIT

    Death Vomit Siapkan Album Baru, Rilis Januari Tahun Depan via Brutal Mind

  • WAKE UP KIDS!

    "Titik Temu", Single Pemanasan Untuk WAKE UP KIDS!

  • HORUSH

    Bersama dengan label asal Bandung, yakni Horrible Creation, unit death metal asal kota Jogja, HORUSH merilis album perdana mereka yang bertajuk Armageddon

Tampilkan postingan dengan label Untu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2026

Band Death trash Gamelan Asal Jogja, "UNTU" Rilis Single Baru - “Batara Kala”


Untu merupakan band experimental death trah asal Yogyakarta, Indoensia, yang memadukan extreme metal old-school dengan instrument gamelan jawa. Menggali mitologi Indonesia dan filosofi eksistensial, Untu mengeksplorasi tema takdi, ritual dan kesia-siaan. Band ini sendiri awalnya dibentuk di Los Angeles pada 2015 sebagai ansambel besar oleh komposer Sean hardway.
Pada 6 Juni 2026 mendatang, Untuk akan merilis single baru mereka "Batara Kala", disertai video klip. Lagu ini adalah yang pertama dari EP yang akan mereka rilis kemudian , "Yet, I Smile", yang dijadwalkan rilis pada Desember 2026. "Batara Kala mengeksplorasi konsep ruwatan, sebuah ritual untuk memohon perlindungan dari dewa yang namanya menjadi judul lagu ini. Kita bisa memohon, kita bisa berdoa, namun pada akhirnya, waktu melahap kita semua. Kami ingin lagu ini terasa tak terelakkan." Dalam mitologi Jawa, Dewa Batara Kala adalah perwujudan waktu itu sendiri, melahap segala sesuatu, yang tak dapat dihentikan oleh persembahan apapun. Lagu ini memadukan death trash old-school dalam tradisi Sepultura awal, Demolition Hammer, dan Carcass era Heartwork dengan gamelan Jawa yang dijalin ke dalamm riff, dan bukan hanya sekedar dijadikan ornamen. Hasilnya adalah sesuatu yang terasa kuno sekaligus brutal.
Video klip yang menyertai lagu ini menggabungkan footage penampilan band dengan visual wayang kulit dan rekaman timelapse pembusukan alami, yang semuanya diambil di Yogyakarta.


Kredit: Direkam di Watchtower Records dan Nowhere Found Studio Mixing oleh Sean Hayward Mastering oleh Wisnu Ikhsantama W.
Cover Art oleh Yanal Desmon Zendato