• MARIONTOPSY

    MARIONTOPSY Akan Segera merilis Album Perdana Mereka bersama Label Asal Spanyol

  • VORTEX OF HATRED

    Band metal asal Jogja ini telah merilis Album Perdana Bertajuk "GALAT"

  • DEATH VOMIT

    Death Vomit Siapkan Album Baru, Rilis Januari Tahun Depan via Brutal Mind

  • WAKE UP KIDS!

    "Titik Temu", Single Pemanasan Untuk WAKE UP KIDS!

  • HORUSH

    Bersama dengan label asal Bandung, yakni Horrible Creation, unit death metal asal kota Jogja, HORUSH merilis album perdana mereka yang bertajuk Armageddon

Kamis, 04 Maret 2021

KILLER OF GODS siap kembali dengan kebrutalan mereka

     



Skuad brutal death metal asal Semarang, Killer Of Gods, siap berlaga kembali. Pasca album “Alliance The Damned Fortress” yang diluncurkan tahun 2019, terjadi perombakan besar pada tubuh band yang saat ini menyisakan Yusuf (drum), Ferdy (gitar), Mesakh (bas) dan Ijal pada vokal. Formasi ini berpengaruh pada haluan musik yang diusung Killer Of Gods untuk album selanjutnya (Album ke-4), dimana grup ini memilih kembali pada pakem brutal death metal yang agresif seperti yang mereka mainkan pada era awal mereka.


    Tentu saja hal ini dibuktikan lewat dua nomor yang dirilis Killer Of Gods, “Internal Decay” dan “Globalist Controlled” yang mana akan terdengar jauh berbeda dari materi sebelumnya. Tanpa konstruksi lagu yang progresif atau permainan penuh teknik, kali ini Killer Of Gods menampilkan riff-riff kasar, hantaman blast beat yang barbar dan rapat, serta geraman vokal yang dalam.


    Seperti terhunjam oleh pisau berkali-kali hingga tembus ke belakang. Dua nomor ini dirilis Killer Of Gods sebagai single promo guna merayakan 10 tahun eksistensi mereka dalam ranah musik underground. Sementara itu, grup ini masih merampungkan materi untuk album mendatang.


    Sebelumnya Killer Of Gods lebih banyak dikenal lewat komposisi technical death metal seperti yang dibawakan pada dua album terdahulunya, “Mental Retardation Force” (2016) dan “Alliance The Damned Fortress” (2019) serta album pertama “Replica To Hell” (2013). Grup ini juga telah melanglang buana ke berbagai panggung musik ekstrem sejak dibentuk tahun 2011.





Selasa, 02 Maret 2021

COSINUZ Persiapkan Peluncuran Album Di Pertengahan 2021

 

    Band asal Karawang, Jawa Barat yang berdiri di 23 oktober 2016 ini, di formasi terakhirnya telah mengantarkan mereka pada Album pertama, dari sekian banyak melewati bongkar pasang player,sebagaimana Anzarriva (vocal) dan Ryon (gitar) adalah player awal, sampai kemudian Anggi (bass) yang banyak membantu mereka di posisi additional telah menjadi player tetap di 2020, menyusul di tahun yang sama ipunk (drum) bergabung saat mereka mulai melakukan pengerjaan album dimana drumer sebelumnya fahmi cabut dari band untuk fokus keluarga.

    Saat ini mereka baru saja merampungkan pengerjaan album yang bertajuk "ADIKUASA", di bawah label MAXIMA MUSIC PRO (Bekasi,INA) dan mempersiapkannya untuk di sebar ke permukaan. 2 tahun terakhir ini mereka memang sedang gencar di perbincangkan di beberapa komunitas metal indonesia,,di tambah lagi Owner dari Xenophobic Record Perth, Australia (jason hutagalung) yang pernah mengurus "BURGERKILL" dan "DEATHVOMIT" untuk tour Australia, beliau tertarik oleh video clip promo mereka berjudul "Ambisi Teritori" yang di luncurkan pada tahun 2017 di youtube dan berniat untuk menggandeng mereka melakukan tour di negeri kanguru tersebut. "menurutku ya kalo kita sanggup berangkat ya ayo ,kalo enggak ya mau gmn lagi" celetukan Riyon.

    Selain itu mereka pernah masuk dalam majalah besutan Kieran james , Busuck Chronicle , Wales (UK/england), juga majalah online Xenophobic Entertaintment Australia kemudian menyusul majalah / media berita online nasional akhir" ini.

Sabtu, 27 Februari 2021

GRAUSIG Menjadi Salah Satu Band Paling Produktif Dengan Rilis "God Is It?"

     


Terbentuk di Jakarta pada tahun 1989, GRAUSIG tak terbantahkan adalah sebuah band yang konsisten mengusung musik Death Metal hingga saat ini. Sederet karya - karya yang telah dirilis dalam beberapa format rilisan membuktikan GRAUSIG sebagai band yang sangat produktif, Berdiri lebih dari 3 dekade dan mengalami beberapa perombakan formasi hingga sampai pada titik di mana ini bisa jadi salah satu formasi terbaik. Mame di posisi gitar yang saat ini dibantu dengan masuknya Agam menjadikan departemen gitar semakin padat dan berwarna.

Komunikasi musikal antara 2 gitar dan 3 personil lain yang masih dipegang oleh Bolonk (vocal), Ewin (Bass) dan Denny (Drums) termanifestasikan dalam single rilisan baru mereka di awal tahun 2021 ini.
Pesat melintang dari panggung ke panggung membuat mereka semakin solid on-stage dan off-stage. Sampai akhirnya pada Februari 2021 ini GRAUSIG bekerjasama dengan PLAYLOUD RECORDS untuk merilis sebuah single bertajuk "God, is it" yang diambil dari salah satu dari dua lagu yang terdapat di dalam rilisan ini.

Tajuk album yang cukup sarkastik ini menjadi penanda bahwa mereka adalah band yang konsisten dalam menyuarakan keresahannya melihat bagaimana nilai ketuhanan yang dipakai sebagai kendaran untuk mendapatkan kekuasaan dan kritik terhadap manusia - manusia serakah penghamba harta.

Secara musikal di 2 track yang terdapat di single ini GRAUSIG kembali mengemas kebrutalanya dengan apik. Flashback ke album Abandoned, Forgotten, & Rotting Alone dengan komposisi yang lebih variatif dengan part groovy disana sini dengan balutan sound yang padat berisi, ini merupakan pembuktian 3 dekade GRAUSIG untuk menghasilkan karya yang sangat patut diapresiasi dengan dirilisnya single 2 lagu kedalam bentuk rilsan fisik yaitu pro CD dengan jewel case sebagai casingnya. Single ini resmi dirilis tanggal 12 Februari 2021 bersaman dengan merchandise pendukungnya.

Jumat, 19 Februari 2021

PPKM Tak Menyurutkan DETRITIVOR Untuk Rilis "The Scattered Remains"

    



 Detritivor yang di-motori oleh Pambudi Agung Wibowo (vokal), Dimas Wirashakti (gitar), Ecky Nantya (gitar) dan Aryo Kusumojati (drum) merilis album studio perdana mereka yang bertitel “Scattered Remnants” via label Brutal Mind (Jakarta) tanggal 14 Februari 2021. Berisikan 9 track yang sarat akan amarah dan kebengisan coba dihadirkan oleh band death metal yang berbasis di Yogyakarta dan berdiri membawa bendera Jogjakarta Corpse Grinder  ini.

“Proses penggarapan album ini bisa dibilang tidak sebentar, terkendala pandemi sesi jadwal rekaman, mixing dan mastering yang seharusnya selesai di bulan April 2020 jadi mundur sampai bulan Oktober 2020” ungkap Dimas. Agung pun menambahkan pendalaman karakter tokoh yang dituangkan dalam lirik pada album ini benar-benar dijadikan fokus. “Menjadi orang lain dan membangun karakter yang diharapkan untuk kebutuhan lagu diperlukan ekstra tenaga agar feel yang sudah dibentuk oleh instrumen tidak kehilangan nyawa dan emosinya” lanjut Agung.

Sementara Aryo menyampaikan “Album studio perdana kami ini di rilis oleh label Brutal Mind, dicetak fisik berupa CD dan rilisan digital nantinya serta akan didistribusikan secara luas menggunakan jaringan distribusi label ” tambah Aryo. Sempat merekam dan merilis demo fisik berupa CD secara mandiri pada tahun 2019, sampai akhirnya di tahun yang sama melakukan sign kontrak kerjasama dengan label Brutal Mind yang memproduksi dan mendistribusikan album “Scattered Remnants” ini. Semua track dalam album ini disajikan dengan blastbeat yang intense dan riff gitar yang menyayat tentunya sangat layak dijadikan koleksi para penikmat dan pegiat musik metal. “Debut album ini akan menjadi perwujudan eksistensi dan menjadi awal nyata kiprah Detritivor di skena musik tanah air " tutup Ecky.




DROSOPHILA Persiapkan Peluncuran Album Terbaru Yang AKan Dirilis Sadist Records

    

    Sekira nya sudah hampir 4 tahun kebelakang, , band metal asal Jogja, yakni DROSOPHILA  tidak menampakkan pergerakan. Entah apa alasan nya mereka seperti mengubur diri jauh kedalam. Namun bermodalkan tekad yang kuat akhirnya kereka mampu kembali bangkit dan mengeluarkan single - single mereka beberapa waktu lalu.

    Dengan konsep yang berbeda dengan Drosophila yang dulu, band yang digawangi oleh Safiq (Guitar) , Erly (Bass) dan Bono (Drum) ini dikabarkan telah menyelesaikan rekaman materi yang akan tersaji di album terbaru mereka. Proses rekaman ini sendiri dilakukan secara mandiri dan dilakukan di Shatomedia, atau kediaman sang gitaris, Safiq. Rumor mengatakan album mereka akan berisikan 10 track dan akan dirilis via Sadist Record akhir bulan April 2021.



Minggu, 31 Januari 2021

"Massacre From Meiji Ishin" Dari DEATH PROPHECY", Sebuah Pembuktian Keganasan Metal Salatiga

 


Salatiga mungkin bukanlah kota besar layaknya kota-kota lain di Jawa Tengah seperti Solo atau Semarang. Tapi siapa sangka dari sinilah mucul salah satu unit slamming brutal death metal yang patut diperhitungkan. Mereka adalah DEATH PROPHECY band yang belum lama ini mengeluarkan album perdana mereka via label asal Malang, GORESEPSIS Records Dalam album yang diberi titel "Massacre From Meiji Ishin" ini, bercerita tentang kekejaman yang terjadi di Jepang pada era Meiji.

Album ini menyajikan 9 track slamming yang pasti sangat patut untuk kalian dengarkan. Ditambah paduan cover art garapan Adi Dechristianize , semakin meleburkan kita dengan konsep era Meiji yang disajikan oleh Death Prophecy.



Senin, 14 Desember 2020

CONCEIVED Rilis EP "Tutup Lawang Sigotaka"



    Conceived terbentuk pada awal tahun 2015 di Bandung Timur, tepatnya di Cicalengka dengan mengusung genre Brutal Death Metal. Formasi awal terdiri dari Tino (Vocal), Teguh (Guitar), Deden (Bass) dan Cahya (Drum). Terinfluence dari band-band seperti Visceral Disgorge, Dying Fetus, Internal Bleeding, Inveracity.

    Dua tahun, band ini aktif dan menjajal beberapa event kolektif. Tepat tahun 2018 Teguh & Cahya memutuskan untuk menonaktifkan diri karena kesibukan perkerjaan/ kuliahnya. Singkat cerita di tahun 2019 Tino sebagai founder menulis materi, kemudian merekrut Wisnu dari Gorerock untuk vocal, dan Aulia Rizky Ex Criminology untuk drum. Namun sayangnya Deden memutuskan untuk menjadi additional player karena ada tekanan pekerjaanya.


    Di awal tahun 2020 akhirnya Conceived memasuki studio recording meneruskan materi yang tertunda dan mengangkat budaya lokal sebagai temanya.  Tepat di tanggal 6 Desember lalu, akhirnya band ini merilis EP perdananya yang diberi titel "Tutup Lawang Sigotaka" via SADIST Records. Conceived juga merilis video lirik "TUTUP LAWANG SIGOTAKA" yang sudah bisa dinikmati di kanal YouTube Sadist Records.